Selasa, 14 Oktober 2008

Ne TuGas BI KlO mo NYarI Ne Gw KAsIh

N1. Paragraf deduktif

Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. dari hal-hal yang bersifat umum ke hal yang lebih khusus. Gagasan utama/pikiran utama terletak pada kalimat pertama dalam suatu paragraf.
Contoh:
Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Oleh sebab itu, Indonesia kaya akan hasil laut, antara lain ikan dan mutiara. Selain itu, Indonesia juga kaya akan objek wisata maritim.

2. Paragraf Induktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Dari hal-hal yang bersifat khusus ke hal yang lebih umum. Gagasan utama/pikiran utama terletak pada kalimat terakhir dalam suatu paragraf.
Contoh:
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien

3. Paragraf Campuran/ kombinasi
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
Contoh:
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

4. Deskriptif/ Naratif: paragraf yang gagasan utamanya tersebar di seluruh kalimat. Dengan kata lain tidak memiliki kalimat utama.

2. Sebab Akibat: dalam hal ini sebab bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya.
contoh : Hari ini ia terpaksa tidak masuk sekolah. Sudah beberapa hari ibunya sakit. Ayahnya yang dinanti-nantikan kedatangannya dari Jakarta belum tiba juga. Adik-adiknya masih kecil dan tidak ada yang menjaga.

3. Ilustrasi/ contoh: paragraf yang mengemukakan gagasan yang terlalu umum, memerlukan ilustrasi-ilustrasi/ contoh-contoh konkret.
contoh: Keragaman komposisi murid di sekolah internasional jelas membawa serta keuntungan. Salah satu contoh, di BIS kalau diperhatikan sekarang tercipta sebuah dialek “Bahasa Inggris” yang tidak bisa dikelompokkan ke British English, American English, Australian English dan seterusnya. Siswa yang datang dari berbagai macam negara tersebut secara tidak sadar memadukan semua unsur bahasa dari dialek masing-masing dan menciptakan sebuah dialek baru.

4. Pertentangan dan Perbandingan: pola perbandingan diunakan ketika membahas dua objek berdasarkan persamaan dan perbedaan-perbedaannya. Pola pertentangan digunakan ketika kita membahas satu persoalan dengan cara membedakan/ mengontraskannya dengan persoalan lain.]
contoh : Sekolah internasional dan sekolah nasional plus mempunyai beberapa perbedaan. Perbedaan itu terlihat jelas pada kurikulum yang dipakai. Sekolah nasional plus walau sudah mengadopsi kurikulum internasional tetapi masih ada muatan lokal yang harus diperhatikan, sedangkan sekolah internasional sama sekali tidak mengajarkan hal tersebut. Selain itu, komposisi murid di sekolah internasional jauh lebih beragam, sedang sekolah nasional plus cendrung sejenis.